Apa Sih Hubungan Komorbid dan Virus Corona? Inilah Penjelasannya!

Komorbid Tertinggi COVID-19, Pengidap Hipertensi Harus Lakukan Ini

Mungkin sudah sebagian orang sudah tau istilah dari komorbid, ya komorbid adalah penyakit penyerta. Lalu apa sih penyakit komorbid itu? komorbiditas yaitu adanya dua atau lebih kondisi yang terjadi pada seseorang, baik pada saat yang sama, atau secara berurutan. Kondisi yang disebut komorbiditas seringkali merupakan kondisi jangka panjang atau kronis. Dalam kata lain, penyakit komorbid merupakan penyakit penyerta. Penyakit komorbid menjadi semakin dikenal sejak adanya pandemic virus virus corona ini, karena disebutkan bahwa apabila seseorang mengidap penyakit komorbid akan mengalami risiko gejala yang parah jika terinfeksi virus corona. Terdapat banyak kemungkinan komorbiditas yang berbeda, dari penyakit mental dan penyalahgunaan obat yang terjadi bersamaan hingga kondisi seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. Kondisi tersebut dapat mencakup penyakit fisik dan juga penyakit mental. Beberapa penyakit penyerta cenderung muncul bersamaan karena berbagai alasan. Bisa jadi faktor risikonya sama untuk dua penyakit tertentu hingga seseorang lebih mungkin tertular keduanya.

Komorbid dapat disebabkan oleh tiga jenis kelas. Kelas pertama yaitu, ketika satu penyakit secara langsung memengaruhi timbulnya penyakit kedua, misalnya ketika seseorang depresi dan mengobati stres dengan menggunakan alkohol, ia bisa terkena gangguan hati. Kelas kedua yaitu adanya efek tidak langsung pada sebuah penyakit yang menyebabkan penyakit penyerta, seperti diagnosis penyakit kronis seperti jantung dapat memengaruhi mental sehingga pasien mengalami gangguan kecemasan. Terakhir, kelas ketiga adalah komorbid bisa terjadi karena penyebab yang umum, seperti peristiwa traumatis dapat menyebabkan kecemasan dan juga gangguan suasana hati. Lalu apa saja jenis penyakit yang termasuk ke dalam penyakit komorbid? Berikut adalah rangkumannya, berdasarkan penyakit utamanya dapat berbeda pula penyakit komorbid yang menyertainya.

1. Diabetes

Komorbiditas yang terkait dengan penyakit diabetes atau kadar gula darah yang tinggi meliputi sebagai berikut:

  • Dislipidemia
  • Penyakit lemak hati non-alkohol
  • Gagal Jantung Kongestif
  • Penyakit Arteri Koroner
  • Penyakit Ginjal
  • Obesitas

2. Obesitas

Menurut penelitian, obesitas diketahui memengaruhi orang untuk banyak penyakit penyerta. Berdasarkan data dari Obesity Medicine Association, faktanya ada sekitar 236 masalah medis termasuk 13 jenis kanker yang terkait dengan obesitas. Komorbiditas yang cenderung dialami mereka yang mengidap obesitas, yaitu:

  • Resistensi Insulin
  • Diabetes tipe 2
  • Hipertensi
  • Dislipidemia
  • Penyakit kardiovaskular
  • Stroke
  • Radang Sendi
  • Sleep Apnea
  • Batu Empedu
  • Kadar Asam Urat Tinggi
  • Osteoarthritis
  • Kanker Payudara, Kolorektal, dan Kantung Empedu
  • Depresi

3. Gangguan Mental

Salah satu contoh penyakit penyerta yang paling umum di bidang kesehatan mental yaitu depresi dan gangguan kecemasan seperti berikut:

  • Depresi Mayor
  • Dysthymia
  • Gangguan Bipolar
  • Gangguan Stress Pascatrauma (PTSD)
  • Serangan Panik
  • Kecemasan Sosial
  • Gangguan Kecemasan Umum
  • Gangguan Obsesif Kompulsif
  • Skizofrenia

Lalu apa hubungan penyakit komorbid dan virus corona sih? Wiku Adisasmito selalu Juru Bicara Satgas Penanganan virus corona Nasional, menyebutkan bahwa pasien positif virus corona dapat memiliki gejala yang parah apabila memiliki penyakit penyerta bahkan berisiko kematian. Pasien dengan komorbid penyakit jantung akan memiliki risiko 9 kali lebih besar terhadap kematian dibandingkan pasien postif lainnya yang tidak memiliki riwayat sakit jantung. Sedangkan, komorbid dengan penyakit diabetes memiliki risiko kematian 8,3 kali lebih besar. Selain menyerang paru-paru, virus corona juga membuat darah menjadi mudah kental. Oleh karena itu, pasien yang mempunyai masalah jantung, terutama masalah jantung koroner, dapat mengalami keluhan atau manifestasinya sama seperti orang yang terkena serangan jantung karena darahnya yang mengental. Semakin banyaknya penyakit komorbid yang dimiliki pasien, maka kematian akibat virus corona akan semakin tinggi. Oleh karena itu, apabila anda atau keluarga memiliki penyakit komorbid diharapkan untuk lebih waspada lagi menjaga kesehatan.